dinsdag, oktober 26, 2004
LIEFDE....(%&*#$@+?$=??????) (9:45:00 p.m.)
Aku tidak tau harus memulai darimana dan akan mengakhiri di mana...tapi kucoba, kucoba untuk berdamai dan membuat damai sang "hati"...

Mungkin aku akan memulai dengan pengalaman bathinku yang banyak berserakan, seperti puzzle, hingga kutak-mampu merangkainya dalam satu cerita utuh dan indah...Ini bukan cerita romeo-juliet ataupun kisah cinta napoleon...tapi CINTA dalam arti sesungguhnya...CINTA, dimana hati dan pikiran menyatu dengan alam, membiarkan diri kita berada dalam rangkulan tangan-NYA....

Suatu ketika dalam penggalan hidupku, saat kumasih kuliah dan menjadi mahasiswa dalam garis keras...sontak, hatiku menggiringku pada kehidupan dimana begitu penderitaan itu begitu kental dan nyata...aku hidup dalam masyarakat Gunung Kidul...idealisme hidupku berontak, menuntut aku untuk bisa berbuat sesuatu...Smakin kudalami kebersamaan mereka, smakin kuterpuruk dalam menyemangati hidup...seakan frustasi....

Kucoba mendirikan LSM dan mengajak banyak pihak untuk ikut urun rembuk, seakan seperti berteriak di gurun...menyesakkan dada....bukan saja mengurusi pendidikan anak-anak yang tertinggal, kekurangan pangan sehat dan cara hidup yang sehat, akupun larut dalam kerinduan mereka akan betapa menyegarkannya air di sepanjang dahaga berkepanjangan...

Tiap hari, tiap jam, tiap detik dan tiap saat kuterjaga oleh tangis anak dan tatap mata kerinduan ibu untuk bisa menikmati air sebagai hak mereka sebagai manusia...Segala cara kutempuh....turun naik bukit kupacu demi mendapatkan sumber kehidupan itu...tiap saat semangat ini adalah sempurna sebagai manusia...

Hingga suatu saat aku lupa akan keterbatasanku secara fisik sebagai manusia...Ketika akhirnya aku bersama dua warga yang sudah terbiasa turun naik gunung, goa dan tebing dengan menggunakan piliran buluh bambu sebagai tangga...menemukan tanda-tanda sumber kehidupan itu, sumber air. Menuju ke sana puluhan kilometer kami tempuh dgn jalan kaki...sesampainya kami di tebing pinggir laut...seorang warga menunjukkan tangannya ke bawah, dimana goa berada...jaraknya sekitar 80 meter...Kami harus turun dari tebing dengan menggunakan piliran buluh bambu yang dibuat jadi tangga...menyedihkan sekali....

Seketika, dadaku berdetak keras...aku tak pernah melakukannya...aku memng pecinta alam, tapi spesialisasiku adalah naik gunung, bukan wall-climbing atau caving..."Tuhan, apakah ini yang harus kulalui?" pikirku. Tapi sisi lain, aku mengutuk, mengapa harus aku? mengapa yang lain tidak peduli?....Dua warga itu tidak mendengarkan pikiranku, tapi mereka sudah bersiap-siap menuruni tebing...

Nekad...yah nekad...itulah modalku...menuruni piliran buluh bambu puluhan meter dengan kondisi menggantung, bukan menempel di dinding tebing...sungguh menyedihkan...jika aku mati, "who cares?"...

Begitu sampai di bawah...dan menelusuri goa, kutatap tajam mata ke dua warga yang seperti anak kecil bermain di genangan air....indah sekali....Ingin rasanya saat itu kumenangis akan gambaran itu...mulailah aku memastikan, apakah genangan itu layak dijadikan sumber air, dan bagaimana mengangkatnya...singkat kata, kami harus naik lagi dan kembali...

Begitu tahu tidak mungkin menjadikannya sebagai sumber air, tiap sorot mata saling menatap penuh kesedihan...Kali ini, aku merasa begitu bersalahnya....Keindahan yg sejenak kurasakan tadi, hilang seketika....dan aku kembali larut dalam semangatku sendiri...

Kembali dan kembali kami berpetualang mencari dan mencari sumber kehidupan itu...hingga suatu saat...aku mendengar, salah satu warga yang selalu menemaniku, itu jatuh dalam pencarian sendirinya di salah satu goa...hingga kematian merenggutnya...

Seketika, aku merasa tidak bisa memaafkan diriku yang tak mampu berbuat apa-apa...Tapi tiap sorot mata yang kutatap, kali ini menatap penuh keharuan dan bahagia...PERJUANGAN, ternyata, MASIH ADA...itu yang dirasakan mereka...Keindahan di antara kesedihan ini yang tidak pernah kulupakan...

Setelah kematian itu, semua warga berebut menjadi relawan untuk membantuku...bahkan, ada seorang pemuda yang ternyata takut ketinggian pun merasakannya...Perjuangan almarhum warga itu tidak sia-sia...kami akhirnya menemukan satu sumber kehidupan itu...Segera, setelah semuanya direncanakan, aku menyusun proposal dan mengajukan ke berbagai pihak...Alhasil, pihak perkuliahankupun mau membantu...bla bla bla...

No, apa yang ingin kusampaikan adalah...Jika ada Cinta, Perjuangan itu tidak akan ada henti-hentinya....Karena Cintalah, semuanya begitu indah, walau harus merasakan sakit begitu dalam....Inilah hidup yang sesungguhnya...

Aku tak mampu berkata-kata indah dan memberi harapan...tapi inilah yang bisa kubagi...Rasakanlah cinta itu, selagi kamu masih merasakannya...dan jangan ragu untuk membagikannya...karena lewat itulah keindahan itu bisa dirasakan....sepahit apapun itu kita rasakan...Kuatlah sayang...aku yakin semangat dan cinta akan hidupmu mampu membuat hidupmu begitu berarti, bahkan untuk sesama....


Kutak mampu memberikan apa-apa dan bahkan tak mampu menemanimu di saat-saat kamu membutuhkan...tapi, air mataku cukup sudah menyejukkan segalanya...damainya hati ini, semoga bisa menghibur dan membuatmu tetap tersenyum, menebarkannya di seluruh pelosok kehidupanmu...



"si anak rembulan" yang mencoba mencintaimu

Ps: thanks buat emailnya...deepest in my heart i care about u more than u think...tapi jujur aja aku hanya bisa menyayangimu..dah tidak lebih dari itu. bukankah itu lebih berarti dari kata CINTA? (seperti sms mu waktu itu, *kita di pisahkan ruang dan waktu...*)
 

zaterdag, oktober 23, 2004
Dear Jesus... (9:28:00 p.m.)


Dear Jesus,
I ask You to come into my heart
Please forgive me for all the wrongs I have done
and give me Your gift of everlasting life
Help me to love You,
and help me to share Your love and truth with others...
Amen.
 

maandag, oktober 11, 2004
Tijd voor mij zelf (1:38:00 a.m.)

(sejak sakit tampang gue tambah tua...badan tambah ndut duhhhh)





Your skin like dawn
Mine like musk
One paints the beginning
of a certain end.
The other,
the end
of asure beginning.

Mo hiatus dulu sementara, rabu masuk kamar operatie lagi...hikssssssss
Waktu untuk memikirkan diri sendiri dulu..
Kalo gue balik ya sukur..
Kalo enggak berarti tinggal nama doank...

Mizz u all....

 

vrijdag, oktober 01, 2004
hepi wiken all... (11:01:00 a.m.)

(wadowww merah bowww...makanye jgn kelamaan bejemur dimatahari say hehehehehe..ntar gue mesti ngulitin lagi hahahhaha *apa coba?* buka kamus euyyy...*

Jumat sore ini gue mesti berangkat ke Leeuwarden di undang temen buat dugem...*gue dah ngerti bahasa gaul neh*... mang dah lama gue janji ke dia buat nginap disane ampe hari minggu sore. berhubung duit dah masuk...aye berangkat lah..naik kereta aje ye enakan bisa sante. perjalanan sekitar tiga jam gitu..jauh juga..tempatnya agak dingin tuh abis deket2 laut yak...(nantikan kedatanganku Ria Venema sayang hahahhahaha)..gue mesti bawa beras sekarung nggak? hahahhahahaah...pe nanti yachhhhhhhhh...

Temen2 sorry gue dah lama nggak blogwalking neh...kaki lagi sakit hahahahhaha...*boong denk* lagi banyak kerjaan ajah...ALID loe jangan kirim film bokep lagi yak..ntar pc gue ancor kena pirus hihihihihi...

OK dehhhhhhhhhhh heppy weekend alllllllllllllllllllll.....
 
Site Navigator

About Me

Priscilla Riana, August 16, Christian, Netherlands
Interest : swimming, reading, shopping, bowling, clubbing, partying, collecting music
I love italians food.
I actually like anybody than can take my sarcasm and make me laugh also.
I love boys with ambition and drive and who are pure romantics...like me.
Ronan keating, Robbie williams, Marco Borsato and britney spears are my fave singers

Last Post
Archive
Shoutbox
Name :
Web URL :
Message :
smileys
Who's Online
My Links
Special Links
Powered by
Powered by Blogger
Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

2005 @ p[R]iscilla